FORKAPI Gagas Seminar Internasional Komunikasi Pembangunan

Forum Komunikasi Pembangunan Indonesia (FORKAPI) akan menggelar seminar internasional mengenai komunikasi pembangunan dengan mempertemukan para pakar komunikasi dari dalam negeri dan sejumlah negara ASEAN.

Ketua Umum FORKAPI, Prof Dr Aida Vitayala S. Hubeis kepada ANTARA di Bogor, Rabu mengatakan, kegiatan ilmiah tersebut digagas sebagai respons terhadap tingginya animo pakar-pakar komunikasi pembangunan di Tanah Air untuk membuat jejaring lebih luas guna memberikan sumbangan yang terbaik dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Forkapi merupakan wadah yang mempertemukan para pakar komunikasi pembangunan yang berada di Indonesia.

Pengembangan disiplin ilmu komunikasi pembangunan, menurut Aida, cocok dengan Indonesia sebagai negara berkembang yang bertumpu pada pertanian dan perdesaan dalam melakukan tata kelola kenegaraan.

“Komunikasi pembangunan digagas oleh para pakar komunikasi untuk merespons berbagai persoalan di negara-negara berkembang. Hal ini sangat cocok dengan Indonesia. karena itu FORKAPI akan mempertemukan para pakar komunikasi pembangunan baik yang ada di dalam negeri maupun dari negara-negara ASEAN,” kata Aida yang juga gurubesar Komunikasi dan Gender pada Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB).

Menurut dia, di Indonesia perguruan tinggi yang memiliki kajian komunikasi pembangunan hanya IPB. Sejak tahun 1980-an, IPB telah membuka program magister Komunikasi Pembangunan dan mulai 2007, IPB membuka program Doktor Komunikasi Pembangunan.

Saat ini di Indonesia terdapat ratusan pakar komunikasi pembangunan baik yang bergelar magister maupun doktor, tamatan IPB dan berbagai perguruan tinggi (PT) di ASEAN maupun PT unggulan dari negara-negara Barat.

Seminar internasional tersebut rencananya akan diselenggarakan pada 3 November di IPB International Convention Centre (IICC), Baranangsiang, Kota Bogor.

Kegiatan ini mengetengahkan tema “Komunikasi Pembangunan Mendukung Peningkatanan Kualitas SDM dalam Kerangka Pengembangan Masyarakat.”

Para pakar komunikasi yang dihadirkan FORKAPI antara lain berasal dari IPB, UI, Unpad, UGM, UNDIP, UNIBRAW, UNSRI, Universitas Udaya, Universitas Putra Malaysia dan Universitas Philipina.

Aida berharap, seminar itu dapat memicu para pakar komunikasi pembangunan di Indonesia untuk ikut “meramaikan” jurnal-jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional.

Keterlibatan dalam jurnal ilmiah sangat penting guna mewujudkan penyelenggaraan pendidikan tinggi maupun pascasarjana yang “par excellent.”

“Para peneliti atau pakar di Indonesia pada umumnya masih lemah dalam mengakses jurnal ilmiah internasional. Secara perlahan-lahan hal ini perlu diperbaiki bersama, agar kita dapat bersaing dengan PT-PT terbaik mancanegara,” katanya.

Target lain yang ingin dicapai yaitu semakin menguatnya peran FORKAPI sebagai Himpunan Profesia (Himpro) dalam mengembangkan aplikasi komunikasi pembangunan yang dapat mendukung peningkatan kualitas SDM dalam pengembangan masyarakat.(Ant)

Leave a reply